Rabu, 13 September 2017

Kalkulus 2A : 03 Persamaan Diferensial Orde II



Bentuk umum :
p(x), g(x) disebut koefisien jika r(x) = 0, maka Persamaan Differensial diatas disebut homogen, sebaliknya disebut non homogen.

Persamaan Differensial Biasa Linier orde dua homogen dengan koefisien konstan, memiliki bentuk umum:
dimana a, b merupakan konstanta sebarang.

1. SOLUSI HOMOGEN
     Diketahui
     Misalkan
     Persamaannya berubah menjadi
     sebuah persamaan kuadrat.
     Jadi kemungkinan akarnya ada 3 yaitu :
     a. Akar real berbeda
         Memiliki solusi basis
         dan mempunyai solusi umum

     b. Akar real kembar
         Memiliki solusi basis
         dan mempunyai solusi umum

     c. Akar kompleks kojugate
         Memiliki solusi basis
         dan
         dan mempunyai solusi umum


     Contoh :
   


2. PERSAMAAN DIFFERENSIAL NON HOMOGEN
Bentuk umum :
dengan
Solusi total :
Dimana Yh = solusi P D homogen
              Yp = solusi P D non homogen

Menentukan Yp
a) Metode koefisien tak tentu
b) Metode variasi parameter


3. METODE KOEFISIEN TAK TENTU
Pilihlah Yp yang serupa dengan r(x), lalu substitusikan ke dalam persamaan.

Catatan :
Solusi parsial tidak boleh muncul pada solusi homogennya. Jika hal ini terjadi, kalikan solusi khususnya dengan faaktor x atau x2 sehingga tidak memuat lagi solusi homogennya.

Contoh :


4. METODE VARIASI PARAMETER
Metode ini digunakan untuk memecahkan persamaan-persamaan yang tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan metode koefisien tak tentu.

Persamaan Differensial orde dua non homogen
memiliki solusi total :










Tidak ada komentar:

Posting Komentar